Membuka Hati

Lagi, nampaknya ku mulai gagal lagi melangkahkan kaki menuju jalan baru.

Saat ku mulai menemukan sebuah tempat untuk berlabuh, nampaknya tidak mudah untuk bersandar saat ku sudah mulai terbiasa di tempat berlabuh baruku kadang tempat tersebut menutup dirinya begitu cepat.

Adapula yang menginginkan ku berlabuh namun aku tidak ingin terlalu sering mencoba, entah ketakutan atau hanya kebodohan.

Entah dimana hati ini akan berlabuh, namun ku harap saat ku berlabuh itu akan menjadi tempat peristirahatan ku dari segala hal sampai waktu mulai menggerogoti tubuh ini.

Doa dan harapan

Sayang namun tak dapat memiliki, ada ungkapan bila “cinta tak mesti memiliki” namun ternyata hal itu sangat sulit untuk di ikhlaskan mungkin terdengar egois namun perasaan untuk memiliki begitu kuat dari cerita yang telah dibangun di masa lalu, kebersamaan, obrolan, hingga pola pikir yang padu.

Terbang terlalu tinggi dibawa harapan memang akan terasa sakit bila dijatuhkan, setidaknya dengan harapan akan selalu ada doa yang dipanjatkan akan selalu ada semoga dalam harapan.

Mungkin untuk saat ini lebih baik fokus finansial membangun masa depan untuk siapapun nanti yang akan selalu ada dalam doa di masa depan.

Tujuan hidup

Aku disini hanya sementara, untuk apa ku bersaing dengan kalian dalam urusan duniawi bila ku tahu bahwa semua tidak ada yang abadi.

Terkadang ku merenung kebahagiaan seperti apa yang kalian peroleh setelah mendapat kekayaan, tentu hal tersebut terlihat nyata bagi kalian untuk sementara.
Namun ketika waktunya semua hal tersebut akan hilang.

Semua ini fana dari dunia ini, kebanggaan mu, kesenangan mu.

Aku masih berjalan mencoba untuk mengerti kehidupan. Semoga kepingan petunjuk yang ku temukan dapat membantuku menuju kebenaran.

Gelisah

Sepi dirundung gelisah kala ku menyadari apa yang sudah ku lewatkan.
Waktuku berharga terbuang sia-sia.
Aku hanya butuh kepastian untuk melangkah maju, kadang keraguan menghantui di setiap persimpangan.
Oh Tuhan hanya pada-Mu ku menggantungkan hidupku dalam setiap doa yang ku panjatkan.

Untitled

Mungkin kita berbeda, mungkin kita tak sama namun berbeda bukan berarti tak bisa membaur dan melebur menjadi satu.

Mengerti dirimu adalah hal yang ku inginkan, mempelajari tingkah mu takkan membuatku bosan.
Duduklah disini sejenak aku ingin memperhatikanmu lebih dalam.

Bayang

Ayunan kaki ku langkahkan, ku langkahkan ini menjauh darimu. Sudah cukup apa yang kutunggu dan apa yang ku ikuti tidak akan sepenuhnya bekerja namun justru kini ku merasa kehilangan kehilangan bayangan yang tak pernah tampak di depan mata ku ia hanya berada di belakang atau bahkan disamping ku.

Fokus yang ku lihat selama ini ternyata membuatku mengabaikan lingkungan disekitar ku, mengabaikan apa yang selalu mensupport ku.

Kini ku menggapai-gapai mencari dimana bisa ku temukan kembali bayangan ku.

Maaf untuk belum sempat memperhatikanmu.